Dituding Tak Punya Malu, Ruas Jalan Pemprov NTB Rusak Parah Warga di Bima Tanami Pohon Pisang

 

BimaNTB_Kupasbima.Info. Aksi pemblokiran jalan di jalan lintas Bima-tente tepatnya di depan SDN Inpres Rabakodo Kec. Woha Kab. Bima hari Rabu tanggal 25 Maret 2026 Pukul 10.40 Wita kembali dilakukan masyarakat.

Pantauan langsung Media ini bahwa aksi pemblokiran jalan dengan menggunakan Batu dan kayu serta penanaman Pohon Pisang yang di lakukan oleh Pemuda Rabakodo dan juga Talabiu. Aksi ini juga dikoordinir oleh beberapa tokoh muda dri kedua Desa setempat dengan jumlah massa aksi sekitar 25 orang, aksi pemblokiran jalan tersebut terkait dengan perbaikan infrastruktur jalan lintas provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Berdasarkan keterangan koordinator aksi yang dimintai keterangan dalam apsirasinya menyampaikan bahwa, Aspirasi ini kami lakukan guna menuntut pemerataan pembangunan di Kabupaten Bima khususnya infrastruktur jalan. "Apa tidak malu jika pemprov NTB menyaksikan warganya tanam pohon pisang di pinggir jalan. Artinya itu menunjukkan lemahnya pemerintah menanggapi aspirasi masyarakat," pungkasnya.

Dalam hal ini kami minta kepada pihak terkait diantaranya : 

1. Meminta kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB untuk memperbaiki jalan yang telah lama rusak dan di biarkan begitu saja.

2. Meminta kepada kepala daerah Kab Bima agar melakukan koordinasi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur agar jalan yang rusak cepat di perbaiki karena sering terjadinya kecelakaan.

Aksi pemblokiran jalan yang dilakukan oleh Para pemuda Desa Rabakodo dan Desa Talabiu dilakukan secara spontanitas, karena tiba di area jalan yang rusak tersebut langsung melakukan blokir jalan dan menanam beberapa pohon pisang sebagai bentuk protes terhadap pemerintah daerah dan Provinsi karna belum juga diperbaiki.

Sementara anggota Polsek Woha bersama Babinsa serta Babin Trantibum yang ada ditengah-tengah masa aksi langsung melakukan koordinasi komunikasi dengan massa aksi yang pada intinya mengharapkan antara lain: 1. Kami harap kepada warga agar jalan ini di buka, karna akan mengganggu aktivitas masyarakat lainnya, 2. Tetap menjaga Kamtibmas, dan hal ini mari kita Carikan solusi terhadap pemerintah daerah agar melakukan Komunikasi dengan pemerintah Provinsi.

Usai dilakukan koordinasi dan komunikasi oleh pihak keamanan sejumlah masa dapat menerima dengan baik saran masukan tersebut sehingga pemblokiran jalan kembali dibuka oleh aparat gabungan.

Masa aksi mengingatkan kepada pihak terkait baik Pemrov NTB dan juga Pemda Bima agar tuntutan mereka dapat dirspon dengan cepat. 

"Jika tuntutan tersebut tidak direspon baik oleh pemerintah daerah kabupaten Bima maupun pemerintah Provinsi, maka kami akan melakukan aksi pemblokiran jalan dengan massa yang lebih besar." Ancamnya. (KB 000*/Red)

Posting Komentar

0 Komentar