BimaNTB_Kupasbima.info. Masyarakat Desa Karumbu melalui aliansi melakukan aksi demonstrasi demi mempertanyakan tugas dan fungsinya dalam mengelola Anggaran Dana Desa (ADD).
Masyarakat yang tergabung dalam kelompok aliansi antara mahasiswa dan pemuda Desa Karumbu melakukan aksi demonstrasi dengan longmars mengelilingi perkampungan untuk memberitahukan masyarakat terkait kehadirannya di depan kantor desa sebagai bentuk rasa kecewa terhadap kepemimpinan Kepala Desa selama tiga (3) tahun terakhir. Senin (9/2/26) pagi.
"Aksi demonstrasi ini dilakukan atas dasar mosi tak percaya atas kinerja pemdes dalam pengawasan kepala Desa selama 3 tahun ini," ungkap Ahmad Hidayatullah pada kru media ini.
Kata dia, Dimana setiap tahun angaran negara yang dikelola oleh pemdes Karumbu melalui ADD sebesar Rp 1,8 M pertahunnya. Anggaran negara yang digelontorkan itu sudah sangat besar dan jika dikakulasikan menjadi Rp 5 M lebih. Anggaran sudah besar yang diberikan negara untuk kesejahteraan masyarakat dan pemerataan pembangunan mulai dari Desa, namun sejauh ini belum ada tanda-tanda perubahan signifikan yang dilihat masyarakat.
"Dengan hal itu aliansi masyarakat karumbu menanyakan program pemerintah desa yang bersentuhan langsung pada masyarakat," tegas Ahmad.
Ahmad Hidayatullah menegaskan dan meminta pihak Pemdes agar keterbukaan informasi publik melalui (SID), Mendesak pemerintah desa untuk menyesaikan program PTSL, Tuntaskan persoalan Air Bersih di Sorobugis, BPD agar segera evaluasi kinerja pemdes baik secara internal maupun terbuka pada masyarakat, Pemdes evaluasi juga kinerja lembaga keamanan desa, tuntaskan administrasi BUMDES dan Segera lakukan peremajaan terhadap organisasi kepemudaan seperti Karagtaruna.
Tuntutan tetsebut harus segera disampaikan dan diselesaikan dalam kurung waktu yang singkat, masyarakat akan memberikan tenggang waktu sebagai bentuk serius dalam menyelesaikan yang ada ditengah-tengah masyarakat selama ini.
Pemdes tak menanggapi dan tak mampu memberikan klarifikasi terhadap tuntutan masa aksi dan hampir terjadi insiden antara masyarakat dan pemdes yang sempat menegangkan. Pihak keamanan yang hadir juga tak bisa berbuat banyak terhadap apa yang menjadi tuntutan masa aksi. Sehingga dengan tegas aliansi masyarakat dan pemuda Desa ngotot untuk ditanggapi, namun tak ada respon sama sekali.
"Merasa dikecewakan, aliansi masyarakat dan pemuda Desa Karumbu melakukan penyegelan kantor desa karena tidak memenuhi tuntutan massa aksi," terang korlap.
Usai melakukan penyegelan aliansi masyarakat dan pemuda memberikan pernyataan tegas kepada pemdes bahwa, penyegelan akan terus di lakukan sampai tuntutan masa aksi atau mahasiswa dan pemuda karumbu tidak dipenuhi.
"Penyegelan ini bukan atas dasar kebencian tapi untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan disiplin dalam menjalankan fungsinya sebagai pemerintahan," ungkap Ahmad.
Sementara disisi lain, Sdra Dion selaku mahasiswa yang tergabung pada aksi tersebut menghimbau kepada semua kalangan untuk tidak melakukan upaya pencegahan terhadap kita yang membangunkan pemdes yang lelap dalam tanggung jawabnya terhadap masyaakat.
"Jangan ada yang membuka penyegelan sampai tuntutan kita terpenuhi, jika ada yang membuka penyegelan berarti dia adalah penghianat desa dan negara". Tegasnya dihadapan masa aksi dan masyarakat. (KB 002*/Iron)


.jpg)
.jpg)


0 Komentar