BimaNTB_Kupasbima.Info. Beredear sebuah video yang memperlihatkan Makanan Bergizi Gratis (MBG) dalam kondisi diduga basi dan berbau amis viral di media sosial Facebook. Makanan tersebut diketahui dibagikan kepada siswa TK Negeri Naru, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Mengatahui insiden tersebut, Kepala TK Negeri Naru, Efi Ernawati, mengecek secara langsung informasi itu dan membenarkan bahwa menu MBG yang diterima sekolahnya pada Jumat (12/12/25) memang memiliki aroma tidak sedap.
Beberapa siswa bahkan mengeluhkan sakit perut setelah mengonsumsi MBG tersebut. Kami selaku pendidik langsung memberhentikan siswa untuk tidak melanjutkan makan, walaupun makanan tersebut sudah separuh dimakan oleh siswa.
"Sudah setengah yang makan, ada yang lapor sakit perut, dan langsung kami hentikan," kata Efi saat dikonfirmasi awak media.
Efi segera mengimbau seluruh siswa untuk menghentikan mengonsumsi makanan tersebut. Setelah itu Efi perintahkan untuk membuang sisa MBG ke Bank sampah dan beberapa sampel disimpan untuk bukti laporan ke pihak dinas.
"Sudah dibuang, dan sampelnya telah dilaporkan ke Dinas Dikpora Kabupaten Bima," sesal Efi.
Kata Efi, Sebelumnya saya juga cek ke SDN 3 Tente yang berada di samping sekokah kami, memang benar ada yang basi. Hal itu dilakukan karena SDN 3 Tente juga dapat saluran dari SPPG yang sama.
"SPPG yang salurkan ke sekolah kami yaitu SPPG yang berada di perbatasan antara Desa Tenga dan Desa Naru Kecamatan Woha," jelasnya.
Efi menuturkan, menu MBG tersebut jika dilihat secara kasat mata dari tampilannya dianggap tidak sesuai standar. Efi menyebut, menu tersebut justru tampak seperti nasi putih biasa yang dicampur dengan minyak sisa goreng ikan.
"Itu bukan nasi goreng, tapi kelihatan nasi putih yang dicampur dengan minyak sisa gorang ikan," ungkapnya.
Efi meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Naru yang bertanggung jawab atas penyediaan MBG agar tidak lagi menyugukan penyakit seperti hari ini, kalau terus menerus menyalurkan menu nasi basi setiap hari akan membuat anak didik kami menjadi sakit.
"Ia mengusulkan agar pada hari Jumat dan Sabtu anak-anak diberikan alternatif seperti buah, roti, dan susu. Itu juga permintaan anak-anak,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak penanggung jawab SPPG dan juga pihak Dikbudpora Kabupaten Bima belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut. (KB 000*/Red)

.jpg)
.jpg)


0 Komentar