BimaNTB_Kupasbima.Info. Proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) jaringan perpipaan di Desa Keli, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, menuai sorotan. Sejumlah warga menduga adanya ketidaksesuaian antara besaran anggaran dengan kondisi fisik bangunan bak penampung air yang telah dibangun. Sorotan tersebut diduga kerjanya asal jadi.
Berdasarkan hasil pantauan langsung kru media ini di lapangan bahwa, proyek tersebut berada di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bima, Bidang Cipta Karya dan Pembinaan Jasa Konstruksi. Proyek ini memiliki nilai anggaran sebesar Rp1.626.320.000 dengan masa pelaksanaan 153 hari kerja, dan dikerjakan oleh CV Restu Bunda tahun anggaran 2025.
Pagu anggaran yang fantastis tidak sebanding dengan hasil pkerjaan yang memadai, pasalnya kondisi bak penampung air yang terlihat itu merupakan Bak lama yang diperbaharui. Bahkan, bangunan Bak diperbaharui dan juga pipa yang dipakai tidak sesuai dengan merk dan ukuran yang ditetapkan dalam RAB.
Kalau dilihat dari fisiknya, masyarakat setempat menduga fisiknya tidak sesuai.
"Anggarannya besar, tapi bangunannya amburadul sekali. Ko bak lama diperbaiki," ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Atas dasar itu, masyarakat meminta agar pihak terkait, baik Dinas PUPR Kabupaten Bima maupun aparat pengawas internal dan eksternal, dapat melakukan pengecekan ulang secara teknis dan administratif terhadap proyek tersebut. Warga berharap transparansi dan akuntabilitas anggaran benar-benar ditegakkan sehingga proyek dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh masyarakat.
Sampai berita ini diterbitkan, pihak pelaksana maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi. Kru media ini masih berupaya melakukan konfirmasi guna mendapatkan penjelasan berimbang terkait dugaan tersebut.
Masyarakat mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan investigasi mendalam kaitan dengan pekerjaan tersebut, masyarakat berharap pengawasan tersebut benar-benar berjalan maksimal demi menjamin kualitas dan penggunaan anggaran negara secara tepat sasaran.
"Aparat penegak hukum harus profesional dalam pekerjaan SPAM tersebut. Pandangan kami sebagai masyarakat pekerjaan benar-benar tidak sesuai RAB,". Tutupnya. (KB 000*/ imink)

.jpg)
.jpg)


0 Komentar