Operator SID Donggobo Bantah Dirinya Memalak Hak Penerima BST

Foto Ilustrasi

Bima_Kupas.Info. Kehadiran Bantuan Sosial Tunai (BST) banyak menuai masalah ditengah masyarakat, baik antara petugas maupun penerima manfaat. 

Seperti halnya yang dialami oleh salah satu operator SID Desa Donggobolo Kecamatan Woha dituding memalak hak salah satu penerima manfaat seperti yang dilansir media online Bimakini.Com beberapa waktu yang lalu. 

Adanya pemberitaan tersebut membuat yang bersangkutan inisial A meradang karena merasa dirinya dipojokkan oleh penerima manfaat. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, yang bersangkutan mengakui jika hal tersebut dilakukan, tetapi bukan pribadinya. 

"Benar itu dilakukan, tapi bukan untuk saya makan namun berdasarkan data bahwa penerima manfaat mendapatkan bantuan bersama sang istri, jadi mereka sepakat sebagian itu dialihkan ke penerima lain yang juga membutuhkan" akunya. 

Ungkapan yang bersangkutan melalui Whashappnya (WA) pada redaksi media ini bahwa, pada dasarnya yang bersangkutan mendapatkan bantuan atas nama abubakar itu ganda dengan istrinya siti mariam. 

Dengan kerelaan dan ikhlas serta kesepakatan sebagian bantuan dialihkan untuk diberikan kepada yg berhak. "Uang itu saya terima Rp 550.00p, kemudian uangnya saya titipkan kepada operator siskesdes" imbuh A. 

Paska penerima yang sebenarnya mau dialihkan itu uang libur jadi pihak kami tidak sempat berkoordinasi dan dilaporkan kepada kepala desa. Ada beberapa yg ikhlas memberikan bukan hanya yang terima ganda itu saja, namun karena tidak semua mau menyerahkan kepada yang lain akhirnya semua dikembalikan lagi.

"Namun paska perintah pengembalian uang itu saya tidak ada dan telat menerima informasi. Saat mendapatkan informasi pengembalian, uang yang bersangkutan saya langsung kembalikan di hadapan ketua BPD dan Babinsa", bebernya. 

Saat pengembalian uang itupun sempat disampaikan kepada penerima manfaat, saat itu bapak sudah ikhlas namun hari ini bapak berbicara lain. Jangan fitnah kami dengan hal sekonyol itu. 

"Karena sudah terlanjur viral di media sosial akhirnya penerima manfaat meminta maaf, saya juga tidak tahu jika ada masalah seperti ini", aku penerima manfaat dihadapan forum. 

Kedua belah pihak yang dituding memalak dan penerima manfaat saling mengakui khilaf dan akhirnya dapat diselesaikan secara musyawarah mufakat.

Operator SID Desa Donggobolo inisial A berterima kasih kepada pekerja sosial khusunya media yang selalu setia mengontrol pembagian bantuan pemerintah, namun dirinya berharap sekiranya bisa disarankan agar obyektif dalam pemberitaan. 

"Saya berharap kekadian ini menjadi pengalaman dan pelajaran bagi kita semua, sehingga apa menjadi pekerjaan kita tidak ada yang saling dirugikan". Tutupnya. Kp (001*/)

Posting Komentar

0 Komentar